2 Juni 2026 | Kegiatan Statistik
Kediri, (2/6) – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Emil Wahyudiono, menyampaikan beberapa catatan peristiwa terkait yang mempengaruhi perkembangan indeks harga konsumen (IHK) selama Mei 2026. Pertamina kembali melakukan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan harga, masing-masing sebesar 2,58%, 10,17%, dan 16,74% sepanjang Mei 2026. Cabai Merah, Cabai Rawit, dan Bawang Merah mengalami kenaikan harga. Sebaliknya, Bawang Putih mengalami penurunan harga karena persediaan cukup melimpah. Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras mengalami penurunan harga. Persediaan cukup melimpah pada daging ayam ras dan telur ayam ras tidak sebanding dengan permintaannya.
Tarif Angkutan Udara kembali mengalami peningkatan cukup drastis sebagai dampak kenaikan bahan bakar Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041/2026 tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) yang disebabkan adanya fluktuasi bahan bakar tarif penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri mulai berlaku tanggal 13 Mei 2026. Emas Perhiasan mulai mengalami penurunan harga secara global sepanjang Mei 2026, bahkan sejak April 2026 sebagai dampak dari kondisi perekonomian global dan konflik geopolitik. Kenaikan biaya komponen berdampak pada kenaikan komoditas Laptop/Notebook dan Telepon Seluler. Selain itu, kenaikan bahan baku plastik masih berdampak pada kenaikan komoditas makanan jadi yang menggunakan plastik sebagai kemasan pembungkus.
BPS Kota Kediri mencatat terjadinya inflasi secara month-to-month (m-to-m) pada bulan Mei 2026 sebesar 0,35%. IHK pada April 2026 sebesar 110,28 naik menjadi 110,67. Inflasi secara kalender atau year-to-date (y-to-d) pada Mei 2026 sebesar 1,15% dan inflasi secara year-on-year (y-on-y) pada Mei sebesar 3,27%.
Inflasi m-to-m terjadi akibat kenaikan IHK pada beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi tertinggi adalah kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang memberikan andil inflasi sebesar 0,17% dengan kenaikan sebesar 0,64%. Komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi pada kelompok ini adalah Cabai Rawit.
Secara y-on-y, kelompok pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau memberikan andil infasi y-on-y tertinggi sebesar 1,33% dengan kenaikan sebesar 4,80%. Komoditas yang memberikan andil inflasi y-on-y tertinggi pada kelompok ini adalah Cabai Rawit, yang mengalami kenaikan sebesar 174,96% dengan andil sebesar 0,40%. Kelompok pengeluaran lain yang memberikan andil inflasi y-on-y tertinggi berikutnya adalah kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang memberikan andil sebesar 0,69% dengan kenaikan sebesar 9,65% jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi pada kelompok ini adalah Emas Perhiasan, yang mengalami kenaikan sebesar 39,92% dengan andil sebesar 0,65%.
Provinsi Jawa Timur juga mengalami inflasi secara m-to-m pada Mei 2026, yaitu sebesar 0,28%. IHK pada April 2026 sebesar 111,52 mengalami kenaikan pada Mei 2026 menjadi 111,40. Dari 11 kabupaten/kota yang merilis angka inflasi di Jawa Timur, seluruh kabupaten/kota mengalami inflasi m-to-m pada Mei 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Surabaya dengan inflasi sebesar 0,37%, sedangkan inflasi m-to-m terendah terjadi di Probolinggo dengan inflasi sebesar 0,03%. Secara y-on-y, inflasi tertinggi terjadi di Sumenep, yaitu sebesar 5,12%. Sementara itu, inflasi y-on-y terendah terjadi di Kabupaten Tulungagung, yaitu sebesar 2,84%.
Baca berita selengkapnya di Berita Resmi Statistik Perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Kediri Mei 2026.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) April 2026 Mengalami Peningkatan
Pada April 2026 tercatat TPK hotel di Kota Kediri sebesar 34,03%, angka ini lebih tinggi 2,06 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya. Jika dilihat dari klasifikasi hotel, TPK hotel bintang April 2026 sebesar 52,33% sedangkan TPK hotel non bintang sebesar 20,72% di periode yang sama. Hotel bintang dan hotel non bintang mengalami peningkatan dibandingkan Maret 2026, sebagian besar karena event/festival/kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkot Kediri dalam menarik minat wisatawan untuk menginap di hotel Kota Kediri.
Selain TPK, indikator pariwisata selanjutnya adalah Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) yaitu rata-rata lamanya tamu menginap di suatu akomodasi/hotel. Secara gabungan (RLMT asing dan RLMT domestik) pada April 2026 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. RLMT Gabungan non bintang pada April 2026 selama 1,04 hari sedangkan RLMT Gabungan bintang 1,35 hari.
Baca berita selengkapnya di Berita Resmi Statistik Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bulan April 2026.

Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik Kota KediriJl. Penanggungan No. 14-G Kediri
Jawa Timur
Telp (0354) 773238
Faks (0354) 773119
Mailbox : [email protected]
Homepage : kedirikota.bps.go.id
Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik