Berita Terkait

Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik Kota KediriJl. Penanggungan No. 14-G Kediri
Jawa Timur
Telp (0354) 773238
Faks (0354) 773119
Mailbox : [email protected]
Homepage : kedirikota.bps.go.id
Tentang Kami
Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital
Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik
5 Januari 2026 | Kegiatan Statistik
Kediri, (5/1) – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Emil Wahyudiono, menyampaikan beberapa catatan peristiwa terkait yang mempengaruhi perkembangan indeks harga konsumen (IHK) selama Desember 2025. Pertamina kembali melakukan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 4,51%, 4,96%, 5,76%, dan 5,63% sepanjang Desember 2025. Komoditas Cabai Rawit mengalami kenaikan harga cukup signifikan selama Desember 2025. Terbatasnya pasokan akibat dari pengaruh cuaca, kendala distribusi, dan kenaikan permintaan pada momen perayaan Natal dan libur akhir tahun. Komoditas Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras kembali mengalami kenaikan harga, selain untuk pemenuhan kebutuhan produksi pada menu MBG, kenaikan permintaan pada momen perayaan Natal juga mengakibatkan kenaikan harga. Cabai Merah mengalami penurunan harga. Berbanding terbalik dengan Cabai Rawit, pasokan Cabai Merah relatif terjaga untuk memenuhi kebutuhan permintaan dalam kota.
Emas Perhiasan kembali mengalami kenaikan harga secara global sepanjang Desember 2025 sebagai dampak dari kondisi perekonomian global dan konflik geopolitik. Tarif Angkutan Udara mengalami kenaikan tertinggi secara nasional, kenaikan harga tercatat sejak 15 Desember 2025 sampai dengan akhir Desember 2025.
BPS Kota Kediri mencatat terjadinya inflasi secara month-to-month (m-to-m) pada bulan Desember 2025 sebesar 0,76%. IHK pada November 2025 sebesar 108,58 naik menjadi 109,41. Inflasi secara kalender atau year-to-date (y-to-d) dan secara year-on-year (y-on-y) pada Desember masing-masing sebesar 2,95%.
Inflasi m-to-m terjadi akibat kenaikan IHK pada beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi tertinggi adalah kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang memberikan andil inflasi sebesar 0,49% dengan kenaikan sebesar 1,72%. Komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi pada kelompok ini adalah Cabai Rawit.
Secara y-on-y, kelompok pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau memberikan andil infasi y-on-y tertinggi sebesar 1,09% dengan kenaikan sebesar 3,92%. Komoditas yang memberikan andil inflasi y-on-y tertinggi pada kelompok ini adalah Beras, yang mengalami kenaikan sebesar 5,93% dengan andil sebesar 0,26%. Kelompok pengeluaran lain yang memberikan andil inflasi y-on-y tertinggi berikutnya adalah kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang memberikan andil sebesar 0,99% dengan kenaikan sebesar 14,34% jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi pada kelompok ini adalah Emas Perhiasan, yang mengalami kenaikan sebesar 70,98% dengan andil sebesar 0,93%.
Provinsi Jawa Timur juga mengalami inflasi secara m-to-m pada Desember 2025, yaitu sebesar 0,76%. IHK pada November 2025 sebesar 109,42 mengalami kenaikan pada Desember 2025 sebesar 110,25. Dari 11 kabupaten/kota yang merilis angka inflasi di Jawa Timur, seluruhnya mengalami inflasi m-to-m pada Desember 2025. Inflasi tertinggi terjadi di Jember dengan inflasi sebesar 0,86%, sedangkan inflasi m-to-m terendah terjadi di Kabupaten Tulungagung dan Malang yaitu masing-masing sebesar 0,56%. Secara y-on-y, inflasi tertinggi terjadi di Sumenep, yaitu sebesar 3,75%. Sementara itu, inflasi y-on-y terendah terjadi di Kabupaten Gresik, yaitu sebesar 2,44%.
Baca berita selengkapnya di Berita Resmi Statistik Perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Kediri Desember 2025.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) November 2025 Mengalami Sedikit Penurunan
Pada November 2025 tercatat TPK hotel di Kota Kediri sebesar 35,76%, angka ini lebih rendah 0,27 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya. Jika dilihat dari klasifikasi hotel, TPK hotel bintang November 2025 sebesar 57,41% sedangkan TPK hotel non bintang sebesar 21,27% di periode yang sama. Hotel bintang dan non bintang menunjukkan kecenderungan penurunan dibandingkan Oktober 2025 akibat kurangnya event/kegiatan/festival yang melibatkan tamu luar Kota Kediri, dan bukan merupakan momen liburan. Secara keseluruhan (berdasarkan series), TPK hotel mengalami kenaikan pada momen-momen tertentu seperti Idul Fitri, Libur Tahun Ajaran Baru, Bulan Ulang Tahun Pemkot Kediri, serta Nataru.
Selain TPK, indikator pariwisata selanjutnya adalah Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) yaitu rata-rata lamanya tamu menginap di suatu akomodasi/hotel. Secara gabungan (RLMT asing dan RLMT domestik) pada November 2025 tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. RLMT asing pada November 2025 selama 19,92 hari sedangkan RLMT domestik 1,28 hari.